MALANG KOTA — Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar menghadiri kegiatan Kota Malang Berdoa bertema “Keteduhan, Keselamatan, dan Keberkahan Bangsa” yang digelar Pemerintah Kota Malang di Masjid Baiturrahman, Balai Kota Malang, Selasa (20/10/2026) sore.
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan, toleransi, dan sinergi lintas sektor demi menjaga kedamaian serta kondusivitas masyarakat.
AKBP Alex hadir mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. dalam kegiatan yang diisi dengan yasinan dan doa bersama, dipimpin oleh unsur Kementerian Agama Kota Malang.
Sejumlah unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi lintas agama turut mengikuti kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk merawat kerukunan dan memperkuat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh dari lintas agama, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan doa bersama sebagai ikhtiar batin untuk mengiringi upaya nyata dalam membangun daerah dan menjaga keutuhan bangsa.
Ia menekankan bahwa keberagaman suku, ras, dan agama di Kota Malang merupakan kekayaan sekaligus tanggung jawab bersama yang harus dirawat melalui toleransi, gotong royong, dan sikap saling menghormati.
Menurut Wahyu, doa bersama tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni memohon keteduhan agar masyarakat hidup damai tanpa perpecahan tidak mudah terprovokasi, keselamatan dari berbagai ancaman dan bencana, serta keberkahan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni keagamaan, tetapi menjadi penguat semangat seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan, mempererat solidaritas, dan mempertahankan kondusivitas Kota Malang.
Sejalan dengan pesan Wali Kota, AKBP Alex menegaskan dukungan Polri terhadap upaya memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan membangun kehidupan masyarakat yang aman serta harmonis.
Menurutnya, yasinan dan doa bersama menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga keamanan dan ketertiban membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Polri mendukung kegiatan doa bersama ini sebagai ikhtiar untuk memohon keselamatan dan keberkahan bangsa sekaligus memperkuat persatuan. Semangat Polri Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui kepedulian, toleransi, dan kerja sama dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar AKBP Alex.
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh lintas agama, dan masyarakat terus terpelihara.
Dengan komunikasi yang baik serta kepedulian bersama, potensi konflik sosial dapat diantisipasi sejak dini dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya mencegah potensi gangguan keamanan melalui penguatan komunikasi, edukasi, serta kemitraan dengan masyarakat.
Pelaksanaan Kota Malang Berdoa menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai unsur, pesan perdamaian, toleransi, dan persaudaraan diharapkan semakin kuat di tengah keberagaman warga Kota Malang.
Bagi Polresta Malang Kota, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap terciptanya lingkungan yang aman dan damai melalui pendekatan humanis serta kemitraan dengan masyarakat.
Melalui doa bersama tersebut, Pemerintah Kota Malang dan unsur terkait berharap masyarakat senantiasa menjaga persatuan, tidak mudah terpengaruh provokasi, serta terus memperkuat semangat gotong royong, mendukung terpeliharanya keteduhan, keselamatan, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.
